Renungan di hari yang Fitrah
Mengapa bermaaf-maafan harus 1 tahun sekali?
Mengapa tidak pada saat melakukan kesalahan langsung meminta maaf?
Mengapa hanya pada 1 syawal jika ada orang lewat depan rumah, kemudian kita berbasa-basi, “Mampir dulu mari yuk, cicipin dulu dong makanannya!”?
Mengapa harus berbasa-basi?
Mengapa pada hari itu terlihat senyum-senyum palsu?
Mengapa di hari-hari lain senyum itu tidak ada?
Mengapa harus melakukan itu semua jika semua itu palsu?
Mengapa harus palsu?
Mengapa tidak kita buang semua itu?
Mengapa tidak kita lakukan setiap hari?
Hari ini adalah awal yang tepat untuk memperbaiki semua kesalahan tersebut!
~
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1427 H
October 20th, 2006 at 5:27 pm
hehehe…
begitulah manusia…
October 20th, 2006 at 5:57 pm
I smile everyday
Maaf lahir batin ya…
October 20th, 2006 at 6:04 pm
sama sama bunda
October 20th, 2006 at 9:20 pm
1724H???
KAMU KIRA KAMU HIDUP DI JAMAN APA???
Dimaafkan sebelumnya
maaf lahir batin yah.
October 20th, 2006 at 9:44 pm
ahhhh om Andri
sudah saya ganti tooohhhhh….
sama-sama maafin yah
October 20th, 2006 at 9:45 pm
Itu siapa sih, yang suka basa-basi itu?
Kamu?
Harusnya jangan begitu kamu.
*menjauh*
October 20th, 2006 at 9:58 pm
sana jauh-jauh!
October 26th, 2006 at 5:38 pm
kita terjebak dalam suatu \”kebiasaan\”.bermaafan sekali dalamsatu tahun!
October 30th, 2006 at 8:12 am
daripada nggak Dam hehehe. Oh iya sekalian deh mo minta maaf lahir batin
October 30th, 2006 at 11:22 am
Mohon maaf lahir batin juga
November 3rd, 2006 at 6:27 am
walau belum pernah ketemu
mohon maaf lahir batin deh…