Archive for the ‘My Baby’ Category

Senyum Mauza

Thursday, June 1st, 2006

Senyum Mauza ngangeni deh. ga boleh liat kamera, langsung nyengir. :mrgreen:

Senyum Mauza

3 bulan dan terus tumbuh berkembang

Sunday, March 12th, 2006

inget ini masih seperti mimpi waktu Mauza keluar dari ruang operasi
11 des 05

sekarang Mauza udah bisa diajak becanda, mao ngobrol sama Mauza? pasti ga bakal bosen soalnya dia suka senyum dan ketawa :)
11 mar 06

Hari ini satu bulan yang lalu

Wednesday, January 11th, 2006

Tepat hari ini satu bulan yang lalu, putra pertama ku telah lahir ke dunia
Bersiap menghadapi segala tantangan yang akan menghadangnya pada saat dia dewasa nanti
Matanya sudah dapat melihat
Kupingnya sudah dapat mendengar
Hampir setiap hari bercanda dengannya
Pada saat Ayah posting ini kamu pasti sedang tertidur atau sedang menyusu
Malam ini kamu tidur sama ibu
Besok pagi ayah pulang dan siapa bercanda lagi dengan mu ‘Jagoanku’

Kita Main Yuk Nak…. !

Sunday, January 8th, 2006

Dari www.ayahbunda-online.com

Kita Main Yuk, Nak…. !

Tak hanya rasa gembira yang dirasakan si kecil dalam permainan interaktif . Tapi ia juga bisa belajar banyak tentang dirinya, Anda dan lingkungan sekitarnya.

Memang, tak ada yang lebih menyenangkan daripada bermain dengan buah hati tercinta. Apalagi, kegiatan ini bisa pula memperkuat rasa cinta dan kedekatan dengan Anda, ‘guru’ pertamanya. Tapi perlu diingat bahwa ketertarikan dan rentang perhatian ‘murid kecil’ Anda ini berbeda-beda atau terhadap suatu permainan . Jadi, pemberian stimulasi lewat permainan ini sebaiknya tidak berlebihan.

Marsha Gerdes, Ph.D , psikolog yang juga dokter anak di The Children’s Hospital of Philadelphia, Amerika Serikat, menyarankan agar orang tua cermat memperhatikan ekspresi atau sikap tubuh sang anak saat bermain. Jadi, segeralah berhenti bermain dan beristirahat begitu si kecil memalingkan muka, mengalihkan pandangan matanya, atau rewel.

Selain itu, pilihan permainan dapat dilakukan berdasarkan perkembangan keterampilan, sesuai umurnya. Keterampilan apa saja?

Tingkatkan keterampilan motorik kasarnya

Permainan berikut dapat meningkatkan kemampuan si kecil dalam menggunakan otot-otot besar pada tangan, kaki, dan tubuh.

• Bayi baru lahir - 3 bulan: Main kaki dan tangan

Cara: Telentang kan bayi di atas alas yang rata. Sambil menyanyikan lagu favoritnya, tekuk kakinya perlahan-lahan, lalu luruskan kembali. Lakukan beberapa kali. Setelah itu, pegang tangannya, dan gerakkan turun naik perlahan-lahan. Ulangi permainan dalam posisi tidur menyamping atau tengkurap.

Manfaat: Membuat bayi sadar akan tubuhnya. Pada awal kehidupannya, bayi tidak dapat membedakan antara tubuhnya dan tubuh Anda. Seiring dengan irama lagu yang Anda nyanyikan, Anda juga dapat membantunya melakukan koordinasi gerakan-gerakan yang sederhana.

• Usia 4-7 bulan: Ayo, ambil bolanya!

Cara: Letakkan bola plastik kecil di atas gelas kertas dengan posisi di luar jangkauan si kecil. Lalu, tunjukkan bagaimana cara mengambil dan menjatuhkannya. Bila perlu, geser bola hingga dekat dengannya.

Manfaat: Membantunya mengembangkan kemampuan koordinasi tangan, mata dan kakinya. Selain itu, aksi meraih sesuatu akan memberi pemahaman pada si kecil kalau ia dapat menggerakkan tubuhnya maju. Dengan begini, ia akan ‘bersemangat” untuk merangkak kelak.

• Usia 8-12 bulan: Mana mainanku?

Cara: Bayi-bayi usia ini biasanya sudah mulai merangkak. Jadi, mengapa Anda tidak bergabung saja dengannya? Sebelumnya, tunjukkan padanya Anda menyembunyikan mainan berbunyi di bawah selembar selimut yang dihamparkan di depannya. Lalu, katakan, “Yuk, cari sama-sama!” Merangkaklah di belakangnya (seolah-olah sedang mengejarnya), dan bantu dia menemukan mainannya.

Manfaat: Selain melatih koordinasi dan kekuatan otot-ototnya, permainan ini juga melatih daya ingatnya.

Meningkatkan keterampilan motorik halus

Dengan beberapa permainan ini, bayi dapat melatih keterampilan dan koordinasi otot-otot halusnya. Misalnya, otot-otot jari tangan, jari kaki, pergelangan tangan, bibir, dan lidah.

• 0 – 3 bulan: Hai, kamu menangkapku

Cara: Gelitik telapak tangan si kecil dengan jari tangan Anda. Saat dia menangkap jari tangan Anda, goyangkan saja sambil berkata, “Kamu telah menangkapku!” Biar seru, gerakkan jari tangan Anda ‘keluar masuk’ genggaman tangannya.

Manfaat: Selain melatih otot-ototnya, upaya si kecil untuk menggenggam jari tangan Anda memberikan keasyikan tersendiri.

• Usia 4-7 bulan: Tekan pipiku

Cara: Pangku si kecil menghadap Anda (bila perlu, sangga punggungnya). Kembungkan pipi Anda, lalu kempiskan dengan jari telunjuk Anda sambil mengatakan, “Puh.” Ulangi gerakan agar si kecil meniru hal yang sama dengan pipi Anda. Tunjukkan pula padanya kalau ia menekan hidung Anda, Anda akan bersuara, “Beep-beep.” Jika ia menarik kuping Anda, Anda akan menjulurkan lidah.

Manfaat: Permainan ini akan mengembangkan koordinasi tangan dan matanya. Selain itu, ia juga belajar kalau tangannya bisa jadi ‘alat’ untuk menyebabkan terjadinya sesuatu.

• Usia 8-12 bulan: Kotak ajaib

Cara: Masukkan beberapa benda kecil, seperti bola, bel, atau boneka, ke dalam kotak. Berikan kotak pada bayi Anda, lalu biarkan ia memeriksa isinya dan mengosongkannya. Selanjutnya, lihat apakah ia dapat menaruh kembali semua benda ke dalamnya.

Manfaat: Tanpa disadari, si kecil belajar untuk membunyikan bel dengan menggerakkan pergelangan tangannya, atau menjatuhkan bola saat membuka tangannya. Pada usia 9 bulan, Anda dapat melatihnya mengambil benda kecil dengan telunjuk dan ibu jarinya. Namun, jangan berikan benda atau mainan yang diameternya kurang dari 3 cm dan panjangnya kurang dari 2 cm.

Merangsang kepekaan sensori

Coba beberapa permainan ini untuk merangsang kepekaan pancainderanya.

• Bayi baru lahir – 3 bulan: Lihat wajahku

Cara: Pangku si kecil menghadap Anda (wajahnya kurang lebih 20-30 cm dari wajah Anda). Sambil bernyanyi dan melakukan kontak mata, turun naikkan tubuhnya perlahan-lahan mengikuti irama lagu.

Catatan: Si kecil akan menikmati ayunan dan lagu yang Anda nyanyikan sambil mengamati ‘mainan’ favoritnya, wajah Anda.

• Usia 4-7 bulan: Main gelitik

Cara 1: Baringkan si kecil dalam posisi setengah duduk atau telentang. Lakukan gerakan seolah-olah Anda bersin sambil berujar “Haashiii!” dan tempelkan wajah Anda ke perutnya. Biarkan untuk beberapa saat (hal ini biasanya membuat si kecil tertawa geli).

Cara 2: Mainkan jari-jari tangan Anda pada jari-jari kaki si kecil. Lalu, gerakkan jari-jari tangan Anda ke atas menyusuri tubuhnya sampai ke bawah dagunya. Gelitik sebentar dagunya sambil ucapkan suara-suara tertentu.

Catatan: Ketika mengulangi permainan ini, si kecil akan menikmati sensasi yang timbul sambil menanti-nantikan aksi Anda selanjutnya.

• Usia 8-12 bulan: Melukis dengan makanan

Cara: Umumnya, bayi senang bermain-main dengan makanannya. Jadi, tidak ada salahnya bila sekali-sekali Anda membiarkannya melukis meja atau alas makannya dengan bubur, jeli atau krim mentega. Tunjukkan padanya bagaimana membuat lingkaran, garis, atau bentuk sederhana lainnya.

Catatan: Si kecil pasti menikmati kegiatan ini. Apalagi, bila Anda lalu mengajaknya mandi busa untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang menempel di wajah dan tubuhnya. Asyik banget deh.

Menonjolkan keterampilan sosial

Melalui permainan berikut, Anda dapat mengasah kemampuan bayi Anda dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain.

• Bayi baru lahir – 3 bulan: Peniru cilik

Cara: Letakkan bayi dalam posisi berbaring atau duduk menghadap Anda. Coba lakukan gerakan berikut ini secara berurut: keluarkan lidah Anda, buka mulut lebar-lebar, tersenyum, kerutkan atau kecap bibir, dan buat aneka suara menggoda. Selesai melakukan satu jenis gerakan, katakan padanya, “Sekarang, kamu coba,” lalu beri kesempatan padanya untuk meniru. Atau, Anda dapat juga meniru ekspresi lucu si kecil.

Manfaat: Selain belajar berinteraksi dengan Anda, permainan ini akan mengajar si kecil bagaimana rasanya berganti peran atau menanti giliran.

• Usia 4-7 bulan: Menjatuhkan barang

Cara: Taruh keranjang di tempat ia biasa menjatuhkan barang. Lalu, berilah mainan yang tahan pecah, misalnya bola tenis atau boneka empuk, untuk dijatuhkan ke dalam keranjang.

Manfaat: Sekarang aktor cilik Anda sadar bahwa ia punya penonton untuk setiap aksinya. Dan, ia lagi senang-senangnya menjatuhkan barang atau mainan sekadar ‘memancing’ reaksi Anda. Nah, kegiatan ini akan mengajarinya tentang sebab akibat. Ia juga akan terlatih untuk bersabar saat menanti Anda memberikan kembali mainannya.

• Usia 8-12 bulan: Ci luk ba

Cara: Duduklah berhadap-hadapan dengan bayi. Letakkan mainan kecil di salah satu tangan, lalu kepalkan kedua tangan Anda. Bertanyalah padanya, “Di mana mainanmu?” Begitu ia berhasil menunjuk tangan yang benar, tukar letak mainannya di hadapannya, lalu ulangi permainan.

Manfaat: Dapat membantu meningkatkan daya ingatnya, dan memberi pelajaran padanya bahwa sesuatu atau seseorang yang pergi dapat saja kembali. Latihan ini juga akan memupuk rasa aman pada bayi sekaligus menyenangkannya.

Mendorong keterampilan berbahasa

Permainan ini akan membantu mengembangkan kemampuan bayi untuk berbagi informasi, mengekspresikan emosi, serta memperoleh pengertian dari orang dan lingkungan di sekitarnya.

• Bayi baru lahir - 3 bulan: Tanya jawab

Cara: Lakukan kontak mata dengan bayi Anda, lalu bertanyalah, “Di mana dagumu?” Tirulah suara menelan, lalu berseru, “Ini dia dagumu!” sambil menggelitik bawah dagunya. Ulangi untuk anggota tubuh yang lain. Jangan lupa. gunakan suara-suara dan ekspresi yang berlainan untuk masing-masing anggota tubuh.

Manfaat: Semakin banyak variasi, semakin mengasyikkan bagi si kecil. Walau belum mengerti apa yang Anda ucapkan, ia belajar nada suara dan struktur bahasa berupa tanya jawab dari suatu percakapan.

• Usia 4-7 bulan: Bermain musik

Cara: Pada usia 6 bulan, si kecil mulai dapat menyisipkan huruf-huruf konsonan pada ucapannya. Tirulah ucapannya, misalnya ba ba ba, da da da, atau ma ma ma, saat Anda bermain musik bersamanya. Letakkan sebuah drum, ember plastik, atau kaleng bertutup di atas lantai di hadapan Anda berdua. Bila perlu, beri si kecil alat bantu untuk memukul, seperti sendok kayu. Kalau si kecil tidak mau memukul apapun, ajak bertepuk tangan sambil ucapkan, “Ba ba ba.”

Manfaat: Dapat membantu mengembangkan keterampilan mendengarnya. Ia juga akan belajar menikmati irama dengan tempo yang berbeda-beda.

• Usia 8-12 bulan: Suara binatang

Cara: Letakkan 3 buah boneka binatang, misalnya anjing, bebek dan kucing, di atas lantai di hadapan Anda berdua. Nyanyikan lagu tentang binatang. Saat Anda menyebut nama seekor binatang, buatlah boneka binatang itu seolah-olah menari sambil Anda tiru suaranya. Lalu, tanyakan pada si kecil, “Yang mana bebek? Bagaimana suaranya?” Jangan cemas jika si kecil diam saja. Tunjukkan padanya dan perdengarkan kembali suaranya.

Manfaat: Kombinasi penglihatan dan pendengaran ini akan membuat bayi tertarik belajar berkata-kata. Secara bertahap, dia akan dapat merangkai kata-katanya sendiri.

Dewi Handajani

Boks:
Perhatian, Perhatian!

• Aturan bermain dengan bayi cukup sederhana . Biarkan ia melakukan hal yang disukainya asal aktivitas itu tidak membahayakannya.

• Bersenandung, bernyanyi, bersiul, atau ajak bercakap-cakap selama Anda menemani bermain. Ini dapat mendukung perkembangan kelima inderanya. Apalagi, bila Anda melakukannya dengan ekspresi dan bahasa tubuh yang menyenangkan.

• Bayi butuh rasa percaya kalau ia akan dirawat dan diasuh dengan penuh perhatian dan kasih sayang. Pelukan, ciuman, senyuman, dan ayunan Anda selama bermain adalah cara untuk mengembangkan rasa percayanya.

Memang ternyata setelah dicoba dia suka sekali :)

My Litle Boy

Tuesday, December 27th, 2005

Mauza

Ibunya panggil dia Mauza kependekan dari Ahmad Maulana Faiz Adam.
Waktu lahir gondrong deh, pas di botakin lucu bgt sih kamu :D
sekarang beratnya 4,25 kg (baru 2 minggu tuh)
cepat besar yah sayang :)

Ahmad Maulana Faiz Adam

Tuesday, December 13th, 2005

Hari sabtu tanggal 10 des 05 lalu adalah hari di mana semua keajaiban Illahi itu terjadi. Pagi-pagi sekali Istri tercinta sudah membangunkan diriku, “hari ini kita jadi ke dokter ga?”, kurang lebih seperti itu dia tanya. Akhirnya kita berangkat ke dokter kandungan* jam 07:00 dari rumah, karena dia praktek pagi dari jam 07:00 - 08:00 waktu pulo gebang permai :).

Sampai di dokter langsung istriku diperiksa, ternyata kepala si bayi sudah masuk ke panggul, tetapi kok ibunya tidak merasakan mules-mules? Akhirnya si dokter menyarankan rekam jantung bayi, dia sebut CTG. Dari hasil rekaman CTG tersebut kita bisa lihat grafik yang menerangkan detak jantung bayi dan gerakan tubuhnya di dalam kandungan.

Sekitar pukul 08:30 kami (saya dan istri) berangkat menuju rumah sakit Mitra Keluarga Bekasi barat, sampai di sana istriku langsung masuk kamar bersalin dan instrumen-instrumen CTG langsung dipasang ke tubuhnya. Lumayan lama nunggunya kira-kira 20 menit, karena istriku hanya boleh berbaring ditempat tidur dan tidak boleh gerak-gerak.
Setelah dapat hasil dari grafik yang dicetak oleh alat CTG tadi, kami langsung menuju ke perumnas 1 untuk mampir menunggu waktu, karena akan bertemu kembali dengan dokter untuk memberikan hasil CTG tersebut.

Sekitar jam 17:00 kita sudah sampai di Pulo Gebang Permai, langsung saja setelah mandi kita menuju tempat dokter Yanuar karena dia ada praktek sore jam 16:00 - 18:00. Kita langsung memberikan hasil CTG tadi, dan beliau membacanya. Ternyata hasilnya kurang bagus, dengan penjelasan bahwa kondisi si bayi sudah terlalu tua dan dia sudah susah untuk bergerak. Jadi dia menyarankan untuk rekam CTG ulang, karena mungkin saja pada saat direkam pagi tadi si Bayi sedang tidur. Meskipun hasilnya jadi lebih baik pada saat rekam berikutnya atau bahkan 3 hari kedepan si dokter Yanuar tetap akan melakukan sesar apabila si ibu tidak merasakan mules-mules.
Kesimpulannya cepat atau lambat tetap tidak akan dilakukan persalinan normal karena si dokter tidak ingin melakukan induksi yang dapat menyebabkan kelemahan pada otak si bayi.

Sebelum adzan maghrib kami sudah sampai di rumah dan menjelaskan apa yang telah dokter terangkan. Mertuaku mengatakan, “Ya sudah tenang dulu, makan dulu! Ba’da Isya kita berangkat ke Mitra Keluarga!”
Sampai di Mitra istriku melakukan proses yang sama seperti tadi pagi. Setelah hasil rekam diberikan kami kembali ke Pulo Gebang dan menyerahkan hasil rekam ke dokter Roni, kok dokter Roni? Sebab dokter Yanuar belum kembali dari praktek di rumah sakit. Ternyata dokter Roni menjelaskan hal yang sama dengan dokter Yanuar setelah membaca hasilnya. Jadi dokter Roni putuskan untuk Operasi malam itu juga sekitar pukul 23:00 - 24:00.

Jam 22:30 kita sudah sampai rumah sakit dan isriku segera di bawa ke ruang persiapan operasi. Setelah tanda tangan di atas pernyataan yang bersedia dilakukannya operasi, saya harus berpisah dengan istri tercinta dan kami pun menunggu di luar ruang operasi. Malam itu ada ayah dan mama dari istriku beserta adik ipar, juga ada mamaku, papa sedang dalam perjalanan.
Setelah melihat raut-raut muka yang tegang, pada jam 01:15 11 des 2005 seorang bidan keluar, membawa seorang bayi mungil berkulit putih yang masih sedikit kotor karena darah berkata, “Selamat ya bayinya laki-laki! bapaknya yang mana? Selamat dulu dong.” Bagaikan mimpi, saya dapat mencium bayi tersebut. Para anggota keluarga langsung berkerumun dan terlihat sangat bersuka cita. Setelah sadar aku langsung bertanya pada bidan tersebut, “Ibunya gimana?” di jawab dengan senyum, “Sehat kok, tadi udah nyium-nyium anaknya!”

Ya Alloh aku bersyukur atas apa yang telah Kau berikan kepada kami!
Terima kasih buat Pa+Ma juga Ayah+mama sama Djoko yang udah nemenin ngerokok, jg adik-adikku yang nunggu rumah.
Terima kasih juga buat semua yang sudah mendoakan :).
Buat anak milis PS (Oyip, Nove, Ajie, Azil, Dapit, Desonk, juga yg lainnya) yang pada dateng ke News Cafe (suatu saat kita pasti nonton gig PS bareng-bareng).
Terima kasih untuk Dr. Yanuar dan Dr. Roni serta 2 dokter yang lain, saya tidak tahu namanya, terima kasih untuk si Bidan dan beberapa suster yang membantu proses persalinan istriku.
Kini hari-hariku diwarnai oleh tangis dan tawa Ahmad Maulana Faiz Adam, dengan berat 3,7 kg serta panjang 50 cm.

ini footnote *Dr. Yanuar Jak SpOG

ps: mataku berkaca-kaca pada saat tulisan ini kubuat!
Photonya menyusul.